Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan dan Tips Memilih Power Bank yang Awet dan Tahan Lama

Cara memilih Powe Bank yang awet, tahan lama, dan berkualitas

Di era modern ini kebutuhan akan penggunaan smartphone kian meningkat setiap harinya. Bahkan kini smartphone menjadi hal yang wajib dibawa saat sedang keluar rumah. Tak hanya untuk berkomunikasi saja, kegunaan dari smartphone sangat berguna untuk menunjang produktifitas seseorang.

Smartphone merupakan salah satu perangkat elektronik nirkabel yang menggunakan baterai sebagai daya utamanya. Tanpa adanya baterai, smartphone tidak akan bisa menyala. Ada dua jenis baterai smartphone yang digunakan yaitu Li-ion dan Li-po.

Produsen smartphone kini sedang berlomba-lomba untuk membuat smartphone dengan baterai ukuran besar. Smartphone dengan baterai ukuran besar diharapkan dapat menunjang masa penggunaan smartphone tersebut agar lebih lama.

Smartphone sekarang ini umumnya memiliki baterai sebesar 4000-6000 mAh yang umumnya bisa bertahan seharian dengan pemakaian yang ekstrim. Namun ada juga yang bisa memakainya selama dua harian atau lebih. Semua tergantung dari penggunaan seseorang dan hardware pendukung lainnya.

Selain baterai, perangkat keras (hardware) lainnya dalam smartphone juga berpengaruh terhadap daya tahan baterai. Salah satunya adalah layar. Smartphone yang memiliki resolusi layar tinggi cenderung mempunyai daya tahan baterai yang lebih boros.

Hardware lainnya adalah chipset. Kini memang sudah banyak chipset smartphone dengan performa yang tinggi. Namun apakah chipset dengan performa tinggi menjamin daya tahan baterai yang kuat? bisa iya dan bisa tidak. Masih banyak chipset yang memiliki performa tinggi namun harus menghorbankan daya tahan baterai di smartphone.

Selain hardware di smartphone, software juga berpengaruh terhadap daya tahan baterai. Misalnya saja sistem operasi apa yang digunakan smartphone tersebut. Sekarang banyak produsen smartphone yang membuat kustomisasi sistem operasi sendiri seperti MIUI, Funtouch OS, Color OS, dan masih banyak lagi. 

Salah satu cara untuk mengakali smartphone yang daya tahan baterainya tidak tahan seharian adalah dengan menggunakan Power Bank. Seperti namanya, Power Bank adalah suatu perangkat elektronik yang berguna untuk menyimpan power (energi listrik) yang bisa digunakan untuk mengecas smartphone dan perangkat nirkabel lainnya.

Kali ini kita akan membahas tentang Power Bank. Apa penyebab Power Bank cepat rusak, panduan dan tips memilih Power Bank akan dibahas secara lengkap.


Penyebab Power Bank Cepat Rusak

Sebelum membahas tentang tips memilih Power Bank, kita bahas dulu mengapa Power Bank cepat rusak. Power Bank adalah suatu perangkat yang berisi baterai untuk menyimpan cadayang daya listrik. Perangkat ini sangat rentan terhadap kerusakan.

Dari beberapa orang yang menggunakan Power Bank, banyak diantara mereka yang sudah berkali-kali ganti Power Bank karena alasan rusak. Mengapa Power Bank bisa cepat rusak?


1. Suhu

Suhu merupakan musuh untuk semua perangkat nirkabel yang menggunakan baterai sebagai sumber dayanya. Baterai akan sangat rentan rusak jika terkena suhu yang ekstrim khususnya untuk baterai berjenis Li-ion. Hal ini juga berlaku di Power Bank.

Kebanyakan Power Bank menggunaakn baterai berjenis Li-ion yang sangat rentan terhadap suhu yang tinggi. Banyak orang salah menggunakan Power Bank dalam suhu yang tinggi misalnya dimasukkan dalam tas atau ruangan yang panas dan kedap udara.

Suhu yang tinggi akan menyebabkan ion dalam baterai menjadi menguap dan menyebabkan baterai tersebut cepat rusak. jika bateri dalam Power Bank sudah rusak, maka Power Bank tersebut juga akan ikut rusak.


2. Benturan

Di dalam Power Bank tidak hanya terdapat baterai saja namun ada perangkat elektronik berupa PCB di dalamnya. PCB adalah perangkat elektronik yang mengatur besarnya arus yang dikeluarkan Power Bank. Benda ini sangat rawan terhadap benturan.

Jika kalian mempunyai Power Bank dengan bahan material terbuat dari plastik dan jatuh atau terbentur, papan PCB ini akan rusak. Jika PCB sudah rusak, maka Power Bank juga ikut rusak.


3. Penggunaan yang Ekstrim

Penggunaan yang ekstrim juga dapat memperpendek masa penggunaan Power Bank sehingga Power Bank bisa cepat rusak. Penggunaan ekstrim yang dimaksud di sini misalnya menggunakan ponsel saat sedang diisi dayanya menggunakan Power Bank.

Hal tersebut seringkali saya temui saat melihat orang yang menggunakan Power Bank. Mereka menggunakan ponsel saat sedang diisi dayanya menggunakan Power Bank. Hal itu akan membuat arus yang dikeluarkan oleh Power Bank menjadi tidak stabil.

Arus Power Bank yang tidak stabil akan membuat perangkat elektronik di dalam Power Bank akan cepat rusak.


Cara Memilih Power Bank yang Awet, Tahan Lama, dan Berkualitas

Jika kalian sudah tahu penyebab suatu Power Bank bisa cepat rusak, sekarang kita akan membahas mengenai panduan cara memilih Power Bank yang awet, tahan lama, dan berkualitas.

Banyak Power Bank di luaran sana yang hanya menjual kapasitas besar dan tidak memperhatikan kualitas dari Power Bank itu sendiri. Tak hanya sampai di situ, banyak oknum yang membuat Power Bank KW alias abal-abal alias palsu.

Banyak Power Bank yang dijual di terminal yang ternyata palsu. Untuk itulah kita perlu berhati-hati dalam memilih Power Bank. Berikut cara memilih Power Bank yang baik.


1. Merk/Brand

Merk atau Brand merupakan hal yang pertama kali diperhatikan dalam membeli suatu barang tak terkecuali Power Bank. Sekarang ini banyak sekali beredar merk-merk Power Bank baru yang menawarkan kapasitas besar dengan harga murah.

Jangan pernah tergoda dengan merk yang belum jelas kualitasnya. Pilih merk Power Bank yang sudah terbukti dan teruji. Beberapa merk yang saya rekomendasikan diantaranya: Anker, Acmic, Aukey, Mcdodo, Zola, dan lain sebagainya.

Kalian juga bisa membeli produk Power Bank dari merk smartphone yang kalian pakai misalnya Xiaomi. Xiaomi juga membuat Power Bank yang bisa langsung kalian beli di Mi Store terdekat di kota kalian.


2. Jenis Baterai

Seperti yang sudah saya katakan tadi, banyak Power Bank yang masih menggunakan baterai berjenis Li-ion. Baterai Li-ion memiliki masa pakai yang lebih pendek jika dibandingkan dengan bateri Li-po. Pilihlah Power Bank yang menggunakan baterai Li-po. Karena selain masa pakai yang lebih lama, bateri berjenis Li-po juga lebih tahan terhadap suhu yang ekstrim ketimbang baterai Li-ion.


3. Harga

Harga juga menjadi faktor penting dalam memebeli suatu barang. Jangan tergiur dengan Power Bank yang dijual dengan harga yang tidak masuk akal seperti contohnya Power Bank dengan kapasitas 20.000 mAh dijual dengan harga di bawah 100 ribu Rupiah.

Hal tersebut tentu sangat tidak masuk akal. Pilih Power Bank yang memiliki harga yang sebanding dengan kapasitas dan kualitas dari Power Bank tersebut. Semakin tinggi harga juga semakin bagus kualitas Power Bank tersebut karena ada harga ada rupa.


4. Garansi

Garansi adalah suatu jaminnan yang diberikan oleh suatu perusahaan untuk menjamin pembelinya dari kerusakan barang selama periode waktu yang telah ditentukan. Garansi menjadi faktor yang tidak ketinggalan harus diperhatikan dalam memilih Power Bank.

Banyak Power Bank yang memiliki garansi lebih dari satu tahun. Semakin lama masa garansi tentu semakin baik kualitas Power Bank tersebut. Pilih Power Bank yang memiliki masa garansi yang lama.

Itu dia penyebab Power Bank cepat rusak serta panduan dan cara memilih Power Bank yang awet, tahan lama, dan berkualitas bagus. Semoga dengan ini kalian bisa memilih Power Bank yang awet dan bisa digunakan selama bertahun-tahun.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat untuk kalian semua.

Posting Komentar untuk "Panduan dan Tips Memilih Power Bank yang Awet dan Tahan Lama"

Berlangganan via Email